NUSA TENGGARA TIMUR

NATIONAL TV BAGAN TV FM RADIO TOPIK WACANA  OPA JAPPY GUBUG GAPURA KOMPASIANA INDONESIA HARI INI NUSA TENGGARA TIMUR

 JELAJAH TANAH SUMBA - NUSA TENGGARA TIMUR
 

 

Ragam pesona yang dimiliki Indonesia sangat banyak untuk kita jelajahi. Mulai dari wilayah barat hingga wilayah timur, Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, adat istiadat, makanan, keindahan dan kekayaan alam baik di darat maupun di laut.

Saatini, WAY2EAST sedang bersiap menyelenggarakan Indonesia Adventure Festival ke-3 yang bertajuk “JELAJAH TANA HUMBA” .6 hari penuh aksi ini dimulai dari tanggal 10 s/d 15 September 2016 di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur,untuk membuka mata wisatawan domestik dan internasional akan pesona keindahan alam dan budaya Indonesia melalui beragam aktifitas luar ruang dan pertunjukan adat khas Sumba.

Penjelajahan diawali dari bagian timur pulau Sumba ketika para peserta tiba di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu. Para peserta bisa menyusuri keindahan pantai Puru Kambera setelah upacara penerimaan oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat, dilanjutkan oleh kecantikan terbenamnya matahari di pantai Walakiri sebelum menikmati malam yang tenang bertabur bintang di kampung adat Praiyawang, Rende.

Ufuk timur Nusa mengawali hari ke-2 membuat para perekam keindahan sebagai saksi kemegahan Ilahi,kemudian diikuti oleh keunikan tebing berukir dan karang bolong di pantai Watuparunu. Tidak ketinggalan pula suguhan warisan kebudayaan di Rende dalam bentuk tenun Ikat, kubur batu, menggembala kuda, aneka kerajinan dan berbagai kulinari khas daerah tersebut bagi para pecinta budaya. Air terjun Gunung Meja di Palindi Tana Bara juga menjadi destinasi tersendiriuntuk para pencari aksikarena jalur pencapaiannya yang menantang akan segera terbayarkan saat badan terbasuh oleh kesegaran air terjun yangbening dan biru.Mata kita masih akan dimanjakan oleh pesonaseribu lembah di Wairinding sebelum bermalam di Waibakul.

Hari ke-3 adalah hari perayaan pesta budaya yang digelar sejak pagi hingga malam hari di berbagai lokasi di Waibakul, Sumba Tengah. Beragam kesenian dan upacara adat dari masing-masing kabupaten, balap kuda tradisional melewati hutan dan halang rintang, ada juga keseruan adu banteng dan tinju tradisional Pajura, ada pula beragam hasil kerajinan tangan, pernak-pernik dan kulinari khas Sumba yang dijajakan di pasar kaget. Tidak ketinggalan pula satu tradisi paling unik khas Sumba yang ditunggu-tunggu wisatawan bahkan sampai ke manca negara, permainan lempar lembing sambil berkuda antara dua kubu, Pasola,

Aksi paling asyik untuk para petualang digelar dihari ke-4 yaitu berkuda/bersepeda/mengendarai motor-trail bersama menuju air terjun Matayangu yang katanya tersimpan harta dibalik air terjun tersebut, kemudian lanjut mengeksplorasi salah satu daerah karst Sumba, gua Liang Bakul yang dipenuhi stalagtit dan stalagmit. Para pecinta budaya juga tidak kalah asyiknya mengunjungi pantai Tai Tena tempat Pasola bermula dimana sebelumnya mereka menguak ritual adat Purungu Ta Kadonga Ratu di kampung adat Lai Tarung dan mengunjungi kubur batu Nenek Matahari (Apu Ladu) di pantai Konda Malomba. Keunikan Sumba lainnya yang menjadi incaran fotografer adalah 7 burung dan 7 jenis kupu-kupu khas Sumba yang hidup di Taman Nasional Manupeu Tanahdaru,kemudian lanjut merasakan off-road menggunakan jip dalam perjalanan menuju pesona air terjun Laipopu. Serangkaian aksi tadi akan diakhiri dengan makan malam bersama bertabur bintang di Waibakul.

Kini saatnya menjelajah area barat Sumba. Hari ke-5 diawali dengan menikmati hangatnya mentari pagi yang menyinari ladang dan sawah dari atas bukit di Waikabubak, Sumba Barat, kemudian mampir ke desa adat ditengah kota, kampung Tarung, untuk mengisi perut sejenak sebelum memulai hari. Danau Waikuri yang sangat menawan menjadi destinasi pertama di kabupaten Sumba Barat Daya, dilanjutkan dengan makan siang di kampung adat tepi pantai yang memiliki atap paling tinggi seantero Sumba, Ratenggaro. Pantai ‘tersembunyi’ Mandorak adalah tujuan berikutnya sebelum para peserta diajak menutup hari dengan indahnya semburat cahaya di ufuk Barat pantai Bwanna.

Tidak lupa menyisakan sedikit waktu luang dihari terakhir berbelanja untuk sanak saudara di pasar tradisional sebelum akhirnya berpisah di Bandar udara Tambolaka setelah bersama-sama mengalami 6 hari penuh aksi di TanaHumba.

Semua aksi ini akan direkam dalam beragam penulisan, foto dan dokumenter yang dikompetisikan sebagai acara pendukung Indonesia Adventure Festival dan salah satu bentuk apresiasi kepada parapeserta dalam usahanya menceritakan ke dunia mengenai kehidupan masyarakat di Sumba dengan potensi alam dan keunikan budayanya yang sangat memesona.

Seluruh kegiatan tidak akan dapat berjalan tanpa adanya dukungan dari PESONA INDONESIA (Kementerian Pariwisata), Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur,dan partisipan dari berbagai kalangan yang turut menambah euforia di setiap aksi.

 

JELAJAH TANAHUMBA, 6 hari penuh aksi – 3 kompetisi – 1 tradisi.

OPA JAPPY | ADY GERIMU

INVORMASI LENGKAP

http://www.adventurefestival.id/

 

 
 


 
NTT DIAMOND FESTIVAL 
 

  

Pameran dan Lomba Kreasi Batu Akik
"Bomb Batu Akik" bisa saja, pada waktunya, akan berlalu sehingga "mematikan" giat ekonomi para penggemar dan pengrajinnya. Hal tersebut bisa terjadi jika batu akik yang diperjualbelikan hanya berkisar cicin dan gelang ataupun motif di dalamnya hanya itu-itu saja. Oleh sebab itu, perlu melakukan terobosan berupa bentu olahan selain cincin dan gelang, serta upaya menemukan batu-batu dengan aneka motif di dalamnya.
 
Oleh sebab itu, kami mengajak Daniel Krisna untuk melakukan Workshop Batu Akik. Daniel Krisna akan memperlihat berbagai karya eksotik dari baham baku batu akik. Dengan demikian, para pengrajin batu akik di NTT bisa belajar dan membuatnya,
 
Melalui pameran dan lomba kreasi batu akik, diharapkan para pengraji dan penggemarnya, menemukan inovasi model dan bentuk, serta membuat berbagai perlengakapan - peralatan dari batu akik.   
 
Pameran Kerajinan dan Hasil Seni Budaya dari berbagai Suku dan Sub-Suku di NTT
Nusa Tenggara Timur, dengan puluhan pulau yang berpenduduk dengan berbagi suku serta sub-suku sekaligus menyimpan kekayaan budaya, adat, kebiasan. Unsur-unsur budaya dari suku-suku dan sub-suku tersebut seringkali tidak atau belum dikenal oleh dunia luar.
 
Oleh sebab itu, melalui pameran kerajina dan hasi budaya ini, bisa membuka pandangan "warga luar" terhadap kekayaan budaya di Nusa Tenggara Timur. 
 
Pameran Foto
Merupakan arena pameran "hasil jepretan" para fotographer profesional dari dalam dan luar Nusa Tenggara Timur. Mereka akan memperlihatkan "Kekayaan dan Keindahan Alam NTT" di darat, laut, dalam laut, dan di udara.  Tak menutup kemungkinan, publik belum pernah melihat foto-foto tersebut.
 
 
Penampilan khusus Joy Tobing dan Dian Idol; mereka akan mengumandangkan lagu-lagu dengan bahasa-bahasa Suku di Nusa Tenggara Timur
 

Fenim Lambert, akan memboyong para modelnya untuk menampilkan karya-karya dari tenun NTT

 

Kitty Manu, akan menampilkan karya Home Decor.

 

 

 

 

 

Daftarkan keikutsertaan anda

WA +6281283648495; +6287876566957

 
 
 
 
Noel Mina | Foto Jappy Pellokila
 
 
 
 
 
LINTASAN SEJARAH NUSA TENGGARA TIMUR
Lintasan Sejarah NTT
 
 

Bentangan kepulauan yang terletak antara 80-120 Lintang Selatan dan 1180 - 1250 Bujur Timur, merupakan bagian dari NKRI; mempunyai makna tersendiri pada hidup dan kehidupan banyak orang. Gugusan pulau-pulau tersebut disapa dengan berbagai sebutan, antara lain, Sunda Kecil, Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Timur, dan juga Flobamora.  Sebutan tersebut juga bisa bermakna ada aneka suku dan sub-suku di/pada wilayah tersebut, namun mempunyai satu tanda kesamaan yaitu sama-sama menyatukan diri sebagai anak-anak Flobamor ataupun NTT [Selanjutnya, karena alasan praktis, digunakan kata NTT].

Jauh sebelum nama NTT tersebar, gugusan pulau-pulau di selatan Nusantara tersebut telah menjadi perhatian dunia. Harumnya aroma cendana dari Timor telah menerobos sampai Timur Tengah, China, dan Eropa, dan berbagai penjuru bumi. Kekuatan aroma cendana tersebut menjadikan para pedagang dari Malaka, Gujarat, Jawa dan Makasar, Cina melakukan pelayaran niaga untuk mencapai wilayah sumber cendana. Dan mereka melakukan kontak dagang secara langsung dengan raja-raja di Timor dan pulau-pulau sekitarnya, sang pemilik wilayah dan pemimpin rakyat.

Catatan sejarah dari China, manuskrip Dao Zhi, sejak tahun 1350 dinasti Sung sudah mengenal Timor dan pulau-pulau sekitar, dan salah satu pelabuhan terkenal di Timor adalah Batumiao-Batumean Fatumean Tun Am, yang ramai dikunjungi kapal dari Makasar, Malaka, Jawa, Cina dan kemudian Eropa seperti Spanyol, Inggris, Portugis, Belanda.

Negarakertagama, 1365, mencatat bahwa Timor yang terkenal dengan hasil cendananya merupakan wilayah Majapahit, namum mempunyai raja-raja yang otonom dan mandiri.  Ini juga berarti bahwa Timor dan pulau-pulau sekitarnya tidak pernah menjadi taklukan atau sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Ketika tahun 1510, Goa-India dikuasai Portogis, mereka melanjutkan eskpansinya dengan cara menguasai Malaka 1511. Malaka dijadikan pusat perdagangan serta penguasaan wilayah Nusantara. Portogis berhasil mencapai Maluku, Solor (Flores). Tahun 1511 armada Ferdinand Magellan (dua kapal) singgah di Alor dan Timor (Kupang). Dalam penyebrangan ke selat Pukuafu, kedua kapal ini tertimpa badai, salah satu kapal karam dan hancur. Salah satu jangkar raksasa kapal ini hingga kini masih ada di pantai Rote. Satu lainnya berhasil lolos dari amukan ombak melanjutkan perjalanan ke Sabu, kemudian ke Tanjung Harapan dan kembali ke Spanyol.

Ketika Belanda, dengan VOCnya,  mencekram Nusantara, tahun 1614, mereka menempatkan  Pdt. M van den Broeck di Kupang dan Rote, untuk melayani warga Kristen di sana. Ini juga bermakna, walau VOC masih berusia muda (berdiri 1602), kongsi  dagang itu telah menempatkan kantor, benteng, pegawainya di Timor dan pulau-pulau sekitar; dan dengan itu perlu seorang pendeta sebagai pemelihara rohani.  [Pada era V0C, tahun 1600an – 1799, dan bahkan sampai tahun 1900, tidak banyak catatan sejarah yang bisa menjadi pengetahuan publik; dan sekaligus bisa menjadi tanmbahan pengetahuan kepada anak-anak NTT].

Belanda waktu itu masih dikuasai oleh pemerintah boneka dari kekaisaran Perancis dibawah Napoleon. Keadaan tersebut dimanfaatkan Inggris untuk memperluas jajahannya dengan merebut jajahan Belanda. Armada Inggris mengganggu daerah kekuasaan Belanda,  sehingga pada tahun 1799 hampir seluruh wilayah Indonesia (kecuali Jawa, Palembang, Banjarmasin dan Timor) dalam kekuasaan Inggris.  Dua kapal Inggris memasuki pelabuhan Kupang pada l0 Juni l797, namun berhasil dipukul mundur oleh Greving yang mengarahkan pada mardijkers. Pada waktu VOC dibubarkan pada th 1799, segala hak dan kewajiban Indonesia diambil alih oleh pemerintah Belanda. Peralihan ini tidak membawa perubahan apapun , karena pada waktu itu Belanda menghadapi perang yang dilancarkan oleh negara tetangga.

Di era kolonial sampai 1942, rakyat NTT, harus terbagi-bagi sesuai keinginan Belanda, dalam bentuk Raja - Swapraja, fetor – Kef etoran, dan seterusnya; dan kemudian menjadi daerah taklukan di bawah pemerintahan residen. Ketika Jepang berkuasa di Nusantara, wilayah NTT yang strategis, ditata ulang sebagai basis pertahanan. Penataan administrasi pemerintahan pun nyaris tidak mengalami perubahan, hanya ada perubahan istilah.

Ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, NTT sebagai bagian Nusantara yang dijajah Belanda, bebas dari cengkraman kolonial. Akan tetapi, keinginan Belanda untuk tetap berkuasa di Nusantara termasuk NTT, maka mereka mereka melakukan berbagai upaya untuk tetap ada di bumi Flobamor.

Keadaan tersebut, membangkitkan semangat “Nasionalisme - Kebebasan - Kemerdekaan NTT” pada/dalam diri anak NTT. Semangat  yang tak pantang menyerah tersebut, bahkan, malahirkan  Pemerintah Negara Indonesia Timor dan Pemerintah Otonom NTT.  Bisa dikatakan bahwa NTT hampir sama dengan Yogyakarta, pada waktu itu, yang menyatakan diri setia kepada Soekarno - Hatta.

Perjuangan yang  gigih anak NTT tidak berhenti, dan juga tidak pernah terbit dalam pikrian untuk melepaskan diri dari RI, yang baru merdeka. Ada semangat kesatuan  Indonesia pada jiwa dan darah  A.H Koroh, I.H Doko, Th Oematan, Pastor Gabriel Manek, Drs. A.Roti, Y.S Amalo, dan lain-lain agar NTT  tidak berada dalam kekuasaan penjajah, tetapi menjadi bagian dari RI.

Ketika negeri ini [NKRI] masih belum tegak berdiri tegak, NTT menjadi bagian dari Propinsi Administratif dengan nama propinsi Sunda kecil. Nama Sunda kecil kemudian diganti dengan nama Nusa Tenggara, berdasarkan peraturan pemerintah No. 21 tahun 1950. Tidak lama setelah itu, tahun 1957  berlaku UU No. 1 tahun 1957 tentang pokok-pokok Pemerintahan Daerah dan dengan UU No. 64 tahun 1958, sehingga  Propinsi Nusa Tenggara dibagi menjadi tiga daerah Swantantra Tingkat 1, yaitu masing-masing Swantantra Tingkat 1 Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.Sejak saat itu, 20 Desember 1958, pulau Flores, Sumba, Timor, dan pulau-pulau sekitarnya menjadi salah satu propinsi, dalam/di kesatuan Republik Indonesia. Dengan itu, dengan segala kekurangan, kekuatan, serta potensi yang ada, rakyat NTT membangun negeri kelahiran. Negeri dan tanah kelahiran yang sudah ada sejak pubakala, yang menyimpan aneka kekayaan terpendam serta kergamanan unsure budaya suku seta sub-suku.

Sejak berdirinya, NTT berulang kali berganti pemimpin, dhi. gubernur, mereka bukan saja pusat pemrintah wilalayah, namun sekaligus sebagai pemuka masyarakat dan rakyat NTT.  Para gubernur tersebut telah menanam dan menumbuhkembangkan banyak hal untuk perkembangan dan kemajuan NTT.

Para gubernur tersebut adalah,

W. J. Lalamentik, Masa Bhakti : 1958 – 1968 Kebijakan yang dilaksanakan: Pembentukan Wilayah Kecamatan Gerakan Penghijauan yang dinamakan Komando Operasi Gerakan Makmur

El Tari,  Masa Bhakti : 1968 - 1978 Kebijakan yang dilaksanakan: Pembentukan Desa Gaya Baru dari Kerajaan-kerajaan Tradisional. Mengerahkan tenaga motivator pembangunan Desa. Motto : Tanam, Tanam, sekali lagi Tanam; Kalau bukan sekarang kapan lagi

Dr. Ben Mboi, Masa Bhakti : 1978 – 1988 Kebijakan yang dilaksanakan: Operasi Nusa Makmur (ONM); Operasi Nusa Hijau (ONH); Operasi Nusa Sehat (ONS); Operasi Benah Desa

Dr. H. Fernandez,  Masa Bhakti : 1988 – 1993 Kebijakan yang dilaksanakan : Gerakkan Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (GEMPAR) Gerakan Membangun Desa (GERBADES)

Mayjen (Pur) Herman Musakabe, Masa Bhakti : 1993 – 1998 Kebijakan yang dilaksanakan: TUJUH PROGRAM STRATEGIS Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penanggulangan Kemiskinan Pembangunan Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan IPTEK Penataan Ruang Pengembangan Sistem Perhubungan Pengembangan Kepariwisataan

Piet Alexander Tallo, SH, Masa Bhakti : 1999 – 2003, 2003 – 2008; Kebijakan yang dilaksanakan, PROGRAM TIGA BATU TUNGKU, Ekonomi Rakyat, Pendidikan Rakyat, Kesehatan Rakyat Motto : “Mulailah membangun dari apa yang dimiliki rakyat dan apa yang ada pada rakyat”

FRANS  S. LEBU RAYA, Masa Bhakti : 2008-2013 Kebijakan yang dilaksanakan, ANGGUR MERAH Motto : “Sehati se suara membangun NTT baru”

Drs Frans Lebu Raya dan Drs Benny Alexander Litelnoni menjadi gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2013-2018. Hasil Pilkada 2013 dan berdasar Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 83/P Tahun 2013, tanggal 11 Juli 2013.

 

Oleh Jappy Pellokila / Opa Jappy

beautiful-desi-glitters-16

JAPPY NETWORK

 
 

.